Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Pada Standar Nasional Pendidikan, penilaian pendidikan merupakan salah satu standar Penilaian yang bertujuan untuk menjamin: perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian; pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Saat ini belajar diartikan seperti pada gambar di atas. Belajar adalah proses berfikir yang melibatkan segala fasilitas, teknologi yang ada dapat dikomunikasikan dengan teman dan dikolaborasikan.
Penilaian Kemajuan Belajar Abad 21 sesuai gambar berikut :
Sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2017 saat ini pembelajaran harus 4C.
1. Critical thinking & problem solving
2. Collaboration
3. Communication
4. Creator
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, karena, penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik.Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai.
Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran.
Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Permasalahan :
Bagaimana cara guru merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia?
Permasalahan :
Bagaimana cara guru merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia?
cara guru merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia adalah dengan melihat bagaimana KD dan KI dari materi pembelajaran yang kemudian dipecah menjadi indikator dan tujuan pembelajaran pada akhirnya indikator inilah yang nantinya digunakan dalam pembuatan rubrik pengetahuan koqnitif dan keterampilan siswa.
BalasHapuscara merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia adalah dengan melihat KI DAN KD Kemudian diturunkan menjadi indikator da tujuan pembelajaran.
BalasHapuscara guru merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia yakni menyesuaikan dengan KI, KD, indikator dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
BalasHapusMenurut saya cara merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia adalah dengan melihat KI DAN KD Kemudian diturunkan menjadi indikator da tujuan pembelajaran.
BalasHapuscara guru merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia adalah dengan melihat bagaimana KD dan KI dari materi pembelajaran yang kemudian dipecah menjadi indikator dan tujuan pembelajaran pada akhirnya indikator inilah yang nantinya digunakan dalam pembuatan rubrik pengetahuan koqnitif dan keterampilan siswa
BalasHapusmenurut saya untuk merancang hal tersebut selain di sesuaikan dengan ki dan kd yg digunakan kita harus juga melihat aturan yang berlaku dalam sistem penilaian siswa terhadap kurikulum yang berlaku.
BalasHapuscara merancang rubrik penilaian pengetahuan kognitif dan keterampilan siswa untuk penilaian otentik dalam pembelajaran kimia adalah dengan melihat KI DAN KD Kemudian diturunkan menjadi indikator da tujuan pembelajaran.
BalasHapus