Senin, 02 April 2018

Penilaian Keterampilan Proses Sains Dalam Pembelajaran Kimia


Kimia merupakan pelajaran Sains yang dalam pembelajarannya guru sebaiknya menggunakan model inkuiri dengan tujuan agar siswa memiliki kompetensi kognitif dan keterampilan proses sains yang baik.  Keterampilan-keterampilan Proses Sains merupakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari siswa pada saat mereka melakukan inquiri ilmiah. Pada saat mereka terlibat aktif dalam penyelidikan ilmiah, mereka menggunakan berbagai macam keterampilan proses, bukan hanya satu metode ilmiah tunggal. Keterampilan-keterampilan proses sains dikembangkan bersama-sama dengan fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip sains.
Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
1. Pretes dan postes.  
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
2. Diagnostik. 
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
3. Penempatan kelas. 
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
4. Pemilihan kompetisis siswa.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
5. Bimbingan karir. 
Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.
Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan materi  dan tingkat perkembangan siswa atau tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan.  Menurut Widodo (2009), penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai.
2) Merumuskan indikator untuk setiap jenis keterampilan proses sains.
3) Menentukan dengan cara bagaimana keterampilan proses sains tersebut diukur (misalnya apakah tes unjuk kerja, tes tulis, ataukah tes lisan).
4) Membuat kisi-kisi instrumen.
5) Mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan proses sains berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Pada saat ini perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes keterampilan proses sains dan tingkatan keterampilan proses sains (objek tes)
6) Melakukan validasi instrumen.
7) Melakukan ujicoba terbatas untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
8) Perbaikan butir-butir yang belum valid.
9) Terapkan sebagai instrumen penilaian keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains.

Keterampilan Proses Sains dalam pembelajaran kimia meliputi:
(1) Mengamati (observing)
Pengamatan adalah penggunaan indera-indera seseorang. Seorang mengamati dengan penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan pembauan. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat pengamatan adalah: (a) penggunaan indera-indera tidak hanya penglihatan; (b) pengorganisasian obyek-obyek menurut satu sifat tertentu; (c)pengidentifikasian banyak sifat; (d) pengidentifikasian perubahan-perubahan dalam suatu obyek; (e) melakukan pengamatan kuantitatif
Contoh:
Siswa mengamati gelembung gas dari electrode karbon dan nyala lampu dari lampu saat melaksanakan praktikum larutan elektrolit dan non elektrolit dari berbagai jenis larutan.

(2) Menafsirkan (interpreting)
Menarik kesimpulan tentative dari data yang tercatat, termasuk ke dalamnya menemukan pola hubungan dari seperangkat data yang dikumpulkan; membedakan pernyataan yang menunjukkan kesimpulan dari pernyataan yang hanya mendeskripsikan hasil pengamatan; memilih data yang menunjang suatu kesimpulan
Contoh:
Manusia mempunyai zat kimia dalam saliva yang dapat mencerna pati. Zat ini disebut amilasa. Seorang ahli kimia mengukur banyaknya amilasa saliva dari tiga kelompok orang yang berbeda jenis makanan yang biasa dimakannya. Tuliskan hasilnya.

Amati hasil pengukuran diatas dan tentukan bagaimana saliva berhubungan dengan makanan yang dimakan
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
(3) Meramalkan (predicting)
Peramalan adalah pengajuan hasil-hasil yang mungkin dihasilkan dari suatu percobaan. Ramalan-ramalan didasarkan pada pengamatan-pengamatan dan inferensi-inferensi sebelumnya. Ramalan merupakan suatu pernyataan tentang pengamatan apa yang mungkin dijumpai di masa yang akan datang, sedangkan inferensi berupaya untuk memberikan alasan tentang mengapa suatu pengamatan terjadi. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa adalah:
(a) penggunaan data dan pengamatan yang sesuai;
(b) penafsiran generalisasi tentang pola-pola;
(c) pengujian kebenaran dari ramalan-ramalan yang sesuai.
Contoh :
Siwa dapat meramalkan berapa perkiraan waktu reaksi yang ditempuh jika diberikan kondisi terhadap konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis pada praktikum laju reaksi.
(4) Menggunakan konsep (using concepts)
Menggunakan generalisasi yang telah dipelajarinya pada situasi baru atau untuk menerangkan kasus nyata dari peristiwa kimia yang diamatinya.
Contoh:
Siswa dapat menghitung berapa besar laju reaksi berdasarkan data yang diperoleh dari hasil percobaan.
(5) Merancang penelitian (designing investigation)
Merancang kegiatan penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis, yang meliputi pengenalan variabel-variabel: variabel penelitian, variabel control, variabel bebas, variabel terikat; penentuan cara pengamatan dan pengukuran apa yang perlu dilakukan;bagaimana menarik kesimpulan dari hasil pengamatan
Contoh:
Budi ditugasi menguji apakah warna merah muda pada daun bunga mawar merupakan zat murni atau campuran. Ia diberi beberapa instruksi untuk melakukan penyelidikan, tetapi urutannya harus ditata.
Tuliskan angka 1 pada kotak di depan instruksi yang harus dilakukan pertama kali, angka 2 di depan instruksi yang dilakukan kedua, dan seterusnya.
 A. Menggerus pasir, aseton, dan daun bunga mawar
B. menuangkan cairan merah muda ke dalam gelas kimia
C. Menambahkan aseton, tetes demi tetes pada bagian tengah kertas saring
D. Menotolkan beberapa tetes cairan merah pada titik pusat kertas saring.
(6) Mengkomunikansikan (communicating)
Pengkomunikasian adalah mengatakan apa yang diketahui seseorang dengan ucapan kata-kata, tulisan, gambar, demonstrasi, atau grafik. Jadi penting menyatakan sesuatu atau menulis data sejelas-jelasnya. Guru dapat membantu siswa dengan jalan memberi kesempatan sebanyak-banyaknya berlatih berkomunikasi dan membantu mereka mengevaluasi apa yang mereka katakan atau tulis. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat melakukan komunikasi adalah:
(a) pemaparan pengamatan atau dengan menggunakan perbendaharaan kata yang sesuai;
(b) pengembangan grafik atau gambar untuk menyajikan pengamatan dan peragaan data;
(c) perancangan poster atau diagram untuk menyajikan orang lain.
Contoh:
Siswa dapat menjelaskan tentang bagaimana cara membedakan larutan elektroli dan non elektrolit dari hail percobaan yang telah dilakukan.
Siswa dapat membuat tabel pengamatan yang memuat seluruh data yang diperoleh dari hasil percoban.
Sebuah contoh rubrik penilaian untuk mengukur kegiatan percobaan laboratorium dapat disajikan, sebagai berikut:
GAMBAR 


Sebagaimana pada contoh di atas, sebuah rubric memuat dua komponen, yaitu kriteria dan level unjuk kerja (performance). Pada setiap rubrik terdiri atas minimal dua criteria dan dua level unjuk kerja. Kriteria biasanya ditempatkan pada kolom paling kiri, sedangkan level unjuk kerja ditempatkan pada baris paling atas dalam tabel rubrik. Untuk memudahkan dalam penggunaannya, level unjuk kerja terdiri atas level kuantitatif berupa angka (1, 2, 3, dan 4) dan level kualitatif.
Dalam rubrik biasanya juga disertai dengan deskriptor. Dekriptor menyatakan harapan kondisi siswa pada setiap level unjuk kerja untuk setiap criteria. Pada contoh rubrik, dapat dilihat adanya perbedaan diskriptor antara tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan sangat baik dan tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan baik. Pada descriptor, siswa dapat melihat syarat unjuk kerja untuk mencapai sebuah level kriteria. Bagi guru, descriptor dapat membantu guru untuk memberikan penilaian secara konsisten pada hasil kerja siswa.
Dalam implementasinya, penilaian melalui observasi dengan menggunakan rubrik penilaian memiliki beberapa keunggulan. Ketika rubrik penilaian ini dikomunikasikan kepada siswa di awal pembelajaran, ekspektasi terhadap pencapaian level keterampilan proses dapat diidentifikasikan dan dipahami secara baik oleh siswa. Observasi dapat menghasilkan penilaian yang konsisten dan obyektif. Selain itu, hasil penilaian dapat menghasilkan umpan balik (feedback) yang lebih baik. Hasil penilaian dapat menunjukkan level khusus performans siswa selanjutnya yang harus dicapai oleh siswa. Dalam hal ini, guru dan siswa dapat mengetahui secara pasti, area kebutuhan siswa yang perlu pengembangan.
Dengan demikian, perihal rencana penilaian yang dilakukan untuk mengukur keterampilan proses sains dapat dikomunikasikan secara pasti kepada siswa sebelum pelaksanaan pembelajaran. Siswa sebagai subyek pembelajaran dapat menentukan target yang harus dicapai selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian pun dapat mencapai tujuan sebagaimana mestinya.
PERMASALAHAN :
Dalam penilaian keterampilan proses sains Kimia biasanya guru menggunakan instrumen penilaian berupa lembar Observasi (LO)  dengan rubrik penilaian praktikum.
Apakah cukup penilaian menggunakan LO saja?  Jika belum cukup, instrumen penilaian apa lagi yang perlu digunakan untuk menilai kemampuan proses sains Kimia untuk penilaian otentik?




11 komentar:

  1. bisa menggunakan instrumen penilaian berupa tes tertulis dalam bentuk soal baik dalam bentuk soal essay maupun pilihan berganda yang dikembangkan sesuai dengan indikator
    1.MENGAMATI
    2.MENGELOMPOKKAN
    3.MENAFSIRKAN
    4.MEMPRAKTEKKAN
    5.MENYIMPULKAN
    6.MEMPREDIKSI

    BalasHapus
  2. selain menggunakan lembar observasi dengan rubrik penilaian, Penilaian terhadap keterampilan proses sains siswa, dapat dilakukan dengan menggunakan penilaian melalui tes. penilaian melalui tes dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test). soal dapat dibuat dalam bentuk essay ataupun pilihan berganda dan disesuaikan dengan indikator keterampilan proses sains.
    walaupun demikian, Penilaian dalam keterampilan proses agak sulit dilakukan melalui tes tertulis dibandingkan dengan teknik observasi. maka dari itu, dengan menggunakan kombinasi kedua teknik penilaian tersebut dapat meningkatkan akurasi penilaian terhadap keterampilan proses sains.

    BalasHapus
  3. Selain menggunakan lembar observasi untuk melihat ketrampilan proses sains juga bisa dilakukan dengan tes dengan membuat soal yang berkaitan dengan proses sainsnya, kemudian juga bisa menggunakan penilaian portofolio , misalnya siswa diarahkan membuat laporan.. disana kita bisa melihat ketrampilan proses sainsnya secara tertulis. tapi biasanya seseorang akan dapat menulis dengan baik, jika dia melakukan proses dengan baik juga.

    BalasHapus
  4. Dalam penilaian, menurut saya jika menggunakan lebih dari 1 penilaian maka lebih baik. seperti jika keterampilan proses sains yang biasanya hanya dinilai menggunakan instrumen penilaian berupa lembar Observasi (LO) dengan rubrik penilaian praktikum, dan ditambah penilaian lain seperti tes tertulis maka lebih baik. tes tertulis yang dilakukan menggunakan soal yang berhubungan dengan bagaimana proses sainsnya. laporan tertulis juga dapat menjadi penilaian dalam penilaian keterampilan proses sains di mana saat menulis laporan siswa harus mengerti mengenai bagaimana proses sains yang terjadi.

    BalasHapus
  5. Ada 2 bentuk penilaian
    1. Melalui tes tertulis, baik dalam bentuk esai maupun pilihan berganda. Jawaban yang dituliskan oleh siswa akan lebih bersifat subjektif, yang berarti menggambarkan pemahaman yang lebih indiviualistik.
    2. Melalui bukan tes, dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan. Pengamatan dalam penilaian ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Selama proses kegiatan pembelajaran sains dilaksanakan, guru dapat melakukan penilaian dengan mengamati perilaku siswa secara langsung dalam menunjukkan kemampuan keterampilan proses sains yang dimiliki. Selain itu, hasil-hasil pekerjaan tugas siswa atau produk hasil belajar siswa juga dapat diamati untuk menilai keterampilan proses siswa secara integratif.
    Dan akan sangat baik jika menggunakan kedua bentuk penilaian tersebut untuk mendapatkan hasil penilaian yang otentik

    BalasHapus
  6. Instrumen yang bisa digunakan untuk menilai keterampilan proses sains adalah berupa tes keterampilan proses (tertulis), Lembar Kerja Siswa (LKS), serta pedoman wawancara dan angket.

    BalasHapus
  7. penilaian keterampilan proses sains selain menggunakan instrumen penilaian berupa lembar Observasi (LO)dengan rubrik penilaian praktikum juga bisa menggunakan tes tertulis yang dilakukan menggunakan soal yang berhubungan dengan bagaimana proses sainsnya. laporan tertulis juga dapat menjadi penilaian dalam penilaian keterampilan proses sains di mana saat menulis laporan siswa harus mengerti mengenai bagaimana proses sains yang terjadi.

    BalasHapus
  8. Menurut saya dalam penilaian, jika menggunakan lebih dari 1 penilaian maka lebih baik. Seperti melakukan penilaian keterampilan proses sains selain menggunakan instrumen penilaian berupa lembar Observasi (LO)dengan rubrik penilaian praktikum dan juga bisa menggunakan tes tertulis yang dilakukan menggunakan soal yang berhubungan dengan bagaimana proses sainsnya. laporan tertulis juga dapat menjadi penilaian dalam penilaian keterampilan proses sains di mana saat menulis laporan siswa harus mengerti mengenai bagaimana proses sains yang terjadi.

    BalasHapus
  9. Menurut saya selain menggunakan lembar observasi dapat juga menggunakan tes tertulis yang dilakukan menggunakan soal yang berhubungan dengan bagaimana proses sainsnya. laporan tertulis juga dapat menjadi penilaian dalam penilaian keterampilan proses sains di mana saat menulis laporan siswa harus mengerti mengenai bagaimana proses sains yang terjadi.jika memungkinkan bisa menggunakan angket dan wawancara juga.

    BalasHapus
  10. Selain menggunakan lembar observasi untuk melihat ketrampilan proses sains juga bisa dilakukan dengan tes dengan membuat soal yang berkaitan dengan proses sainsnya, kemudian juga bisa menggunakan penilaian portofolio.

    BalasHapus
  11. selain menggunakan lembar observasi dapat juga menggunakan tes tertulis yang dilakukan menggunakan soal yang berhubungan dengan bagaimana proses sainsnya. laporan tertulis juga dapat menjadi penilaian dalam penilaian keterampilan proses sains di mana saat menulis laporan siswa harus mengerti mengenai bagaimana proses sains yang terjadi.jika memungkinkan bisa menggunakan angket dan wawancara juga.

    BalasHapus